Penyebab Janin Tercekik Tali Pusar Ibundanya, Ibu Hamil Wajib Tau

Selama 9 bulan, janin yang ada di dalam perut akan bergantung pada tali pusar. Tali pusar berfungsi mendistribusikan nutrisi makanan dan oksigen yang dibutuhkan untuk perkembangannya.

Tali pusar atau yang juga disebut dengan plasenta adalah selaput yang menempel pada dinding rahim dan tersambung pada perut janin.

Semua ibu hamil pasti ada perasaan takut dengan kejadian bayi yang ada dalam kandungan ternyata terlilit tali pusar. Beberapa kasus yang sering terjadi memang bisa menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan atau proses persalinan dengan resiko yang cukup tinggi.

Tak Jarang tali pusar mengakibatkan ibu hamil sangat khawatir jika tali pusar sampai melilit leher, maka bayi meninggal karena tidak bisa bernafas. Namun sebenarnya bayi mendapatkan nutrisi dan oksigen dari tali pusar tersebut. Bayi tidak bernafas dalam kandungan dan baru akan bernafas ketika mereka bisa menghirup udara. Ini berarti bayi baru bernafas setelah lahir. Jadi penyebab resiko kematian
karena terlilit tali pusar memang bukan yang utama.

BACA JUGA: Kehamilan Kosong, Hamil tapi Tidak Ada Janin, Ini Penyebabnya

Berikut ini penyebab bayi terlilit tali pusar :

Tali pusar yang Terlalu Panjang

Penyebab janin terlilit tali pusar yang pertama, bisa jadi akibat tali pusar yang terlalu panjang. Umumnya panjang dari tali pusar adalah sekitar 30 – 50 sentimeter. Tapi dalam kasus kehamilan tertentu, panjang dari tali pusar tersebut bisa mencapai hingga 100 sentimeter. Dan dengan ukuran bayi yang semakin besar dan semakin aktifnya si kecil, tak mengherankan jika kemungkinan ia terlilit tali pusar jadi semakin besar.

Bayi yang Terlalu Besar (Makrosomia)

Terkadang bisa juga bukan tali pusar yang terlalu panjang, melainkan ukuran bayi yang terlalu besar. Kasus ini paling sering ditemukan pada ibu hamil yang menderita diabetes gestational, yang mana berujung pada ukuran bayi yang jauh lebih besar dan berat dari ukuran dan berat bayi normal.

Diabetes gestational adalah kondisi medis ditemukannya kadar gula darah yang tinggi pada ibu hamil. Masalahnya kandungan gula yang tinggi tersebut juga akan terserap oleh bayi melalui tali pusar. Organ pankreas bayi kemudian memproduksi hormon insulin dalam jumlah besar. Sedangkan jumlah zat gula yang tersisa kemudian secara otomatis akan diubah menjadi lemak sehingga mengakibatkan bayi mengalami obesity sejak berada di dalam kandungan.

BACA JUGA: Janin yang Berbicara pada Ibunya

Dengan ukuran bayi yang makin besar, maka ruang geraknya pun terbatasi. Bahkan tidak mengherankan jika sampai tali pusar bayi sampai melilit lehernya. Jika lilitan plasenta terlalu erat sehingga mengakibatkan asupan nutrisi pada bayi terhambat, maka besar kemungkinan bayi harus dilahirkan prematur.

Polihidramnion (Air Ketuban yang Terlalu Banyak)

Kondisi medis lainnya yang bisa mengakibatkan bayi terlilit tali pusarnya adalah, dampak dari cairan ketuban di dalam rahim yang terlalu banyak (polihidramnion). Anda mungkin sudah pernah mendengar bahaya dari air ketuban yang terlalu sedikit (oligohidramnion). Tapi kondisi air ketuban yang terlalu banyak (polihidramnion) juga bisa mengakibatkan bayi bergerak terlalu bebas, sehingga mengakibatkan si kecil terlilit tali pusar.

SUMBER: KATALOGIBU

Suka artikel ini ?

About Setyo Nugroho

Admin Blog

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan